Langsung ke konten utama

Postingan

Kucingku Seharga Pulau

 Kau sebut ini apa, jika ternyata kucing piaraanmu seharga pulau kecil yang diperebutkan oleh semua orang. Setiap hari kau mengelus kucing itu bukan karena kucing itu seharga pulau, tapi karena kau hanya suka dengan yang namanya kucing. Setelah kau tahu ternyata harganya senilai pulau? Akankah kau menyembunyikannya dan memperlakukannya berbeda? Menempatkannya pada sangkar emas, memberikannya makanan mahal, memandikannya setiap hari, dan memanjakannya layaknya seorang kekasih? Tidak kutemukan malam sebelumnya yang banyak dibicarakan oleh para orang dengan kebijaksanaan filusuf atau para guru kerohanian. Malam-malamku tetap dengan kopi dan lingkaran manusia-manusia yang mencari kehidupan di tengah bergelimpangannya tubuh-tubuh dengan mata terpejam tanpa kesadaran. Terbujur dalam kenyamanan dan perlindungan dari berbagai macam acaman. Udara malam, gigitan nyamuk, lelah, kantuk, lapar, suara-suara bising, dan semua yang mengancam kenyamanan. Memeluk erat guling dan menyangga...

Surat Cintaku

Kurasakan sebuah kehilangan. Harapan akan sebuah cinta lenyap. Tak ada yang bisa aku ungkapkan selain hanya kesedihan dan perihnya luka hati ini. Kau, sampai saat ini pun tidak bisa aku pahami, kenapa tak kau ijinkan lagi cintaku menggapai hatimu? Sebenarnya masih ingin ku besarkan harapanku. Ingin sekali bayangmu selalu ku dekap rapat. Aku masih bertanya-tanya mengapa cinta yang dulu pernah kau akui, kini tak lagi kau rasakan? Apakah cinta memang bisa hilang? Akh. Sebenarnya aku sudah tak kuasa menahan perih hati ini. Tak kuasa aku memikirkanmu lagi. Ingin kulupakan semua kenangan bersamamu, tapi kuakui rasaku terhadapmu masih sangat kuat. Aku takut melepas cinta yag lama aku bangun. Tulisan ini, bukan untuk melupakanmu. Tulisan ini adalah wujud ketidakmampuanku dalam menghadapi besarnya rasaku. Aku masih cinta dan akan selalu sayang padamu. Cinta memang mengisi kehidupan dengan penderitaan.

Rayuan Tanpa Kata...

kata tidak lagi bersahabat dengan imaji mungkin saja dia cemburu terhadap kedekatanku dengan bantal kenyamanan yang membuai mimpi pintu kemana sajanya doraemon dalam dunia nyata seorang bijak berkata "jangan kebanyakan mimpi, nanti kalo bangun kecewa" masa bodohlah, inseption telah memperdaya minatku sekalian saja hidup di alam mimpi menjadi pencipta ...  ...  ... bayangkan kamu punya rumah besar di pinggir pantai seorang istri cantik menyiapkan kopi dan gorengan di meja teras sun rise....tidak ada kata yang bisa terucap.... lihat itu disampingmu, istrimu terlihat lebih lezat dari kopi dan gorengan lagi-lagi rayuan tanpa kata tak mampu kamu tolak ...  ...  ... sudah tak ada lagi kata yang lebih menarik lihat saja tubuh elok nan erotis hemm hembusan udara memanas ajakan tak berkata lebih kuat dan mengikat....

Tengu, Si Hewan Setia

Tengu, katanya seekor hewan penggigit yang setia dengan empunya. Ukuran hewan kecil ini 0.5-1 mm. Sulit sekali untuk melihatnya. Aku nulis ini bukannya ada masalah dengan si tengu, tapi gara-gara aku penasaran banget dengan yang namanya tengu. Soalnya kata orang tengu itu binatang paling kecil sedunia. Memang masih diragukan banget sih. Soalnya saingan si tengu itu cacing. Ada yang bilang binatang yang paling kecil tuh cacing. "Logikanya seperti ini, tengu itu kan binatang yang katanya paling kecil kan? padahal ada tengu cacingen. Nah,,, tahu sendiri kan?" Pendukung tengu pun tak kalah debat. "Cacing juga bisa tenguen. iyakan?" Perdebatan ini seperti perdebatan klasik antara duluan mana telur dengan ayam. Namun, bagiku aku lebih membela pendukung tengu daripada pendukung cacing. Ini berawal ketika tengu membuatku menang dalam adu tebak-tebakan. Lebih tepatnya tengu membuatku enggak gariing lagi, hehe... Dan inilah awal dari rasa penasaranku sama yang naman...

My Nama is Kucing

"My name is kucing.." Kucing, bukan nama sebenarnya. Tidak aneh saat kamu terbiasa dipanggil "kucing". Aku sendiri lupa kapan awal kali dipanggil dengan nama itu. Yang jelas waktu itu, dalam satu komunitas yang membuat hidupku lebih warna, sering kali ketika mengalami kemalangan pada diri ini, reflek mulut ini berbunyi 'KUCING....!!!'. Memang semacam umpatan untuk melampiaskan kekesalan. 'Saking' seringnya mulut terbiasa membunyikan kata 'kucing' inilah kenapa aku dipanggi 'Kucing'. Aku sih biasa-biasa aja dengan 'kucing' ini. Toh kucing itu manis, lucu dan menggemaskan, meski tidak semua orang sepakat. Karena aku tahu sendiri banyak orang yang takut sama bulu. Tapi entahlah, menurutku itu suatu kelainan. Bagaimana orang bisa takut dengan bulu yang bikin geli, aneh banget kan? Pernah suatu ketika aku dekatin seorang cewek. Dia penasaran banget kenapa aku dipanggil kucing. Ya jelas aja dengan refleks aku mengarang ce...

Pesan dari Kawan

Hari ini, hari biasa dengan kebiasaan hari-hari sebelumnya. Tidur bagaikan bayi. Tanpa ada kecemasan dan tanggungan. Pulas. Pagiku adalah jam 10.00 WIB. Tidak seperti kebanyakan orang yang sibuk mempersiapkan pernak-pernik peralatan untuk meneruskan kehidupan. Bisa dikatakan seorang pengangguran, meski banyak juga pekerjaan yang harus dilakukan. Satu pesan masuk ke dalam ponsel. Pesan elektronik itu membangunkanku dengan suara yang begitu keras. Terkadang, memang sudah aku set untuk membangunkanku tapi aku juga selalu jengkel dengan suaranya, saking jengkelnya aku matikan dan aku copot baterenya. Setelah sadar aku jengkel dengan diriku sendiri. Satu pesan itu membuat kecemasan dan tanggungan yang sudah beberapa minggu terpendam kembali menyeruak menghimpit dada. Seperti semalam, kegalauan melanda diriku. Kejengkelan pada pacar karena tak pernah mengerti apa yang aku inginkan. Sangat kekanakan memang, aku sadar dan aku menyalahkan diriku sendiri. Selalu seperti itu. Pesan itu ...

Berguru Cinta

Rindu malam menggapai kelopak mataku pada bintang-bintang yang temaram. Detik waktu selalu hilang dari hidup, meski sadar seakan berkuasa. Ingin ku berguru pada Majnun, sang pecinta sejati. Desah helaan nafasnya selalu memuja sang kekasih. Hidup dalam cinta, hingga konon dunia tak mampu menjadi wadah cintanya. Duhai kasih, beribu detik waktu ku melupakanmu. Sudikah kau memaafkanku yang telah menghianati cintaku. Seharusnya pantang bagi sang pecinta untuk sedetikpun berpaling. Lihatlah Majnun yang selalu melihat dan memuja kekasihnya. Udara kosong selalu menjadi wahana untuk menyampaikan rindu dan asmaranya. Kamu tahu sayang apa yang dia katakan pada rembulan dan malam? " Rembulan pun akan malu saat kekasihku datang, wahai malam yang merindu, takkan pernah ada lagi pembeda antara kau dan kekasihku gelapmu bagaikan rambut hitamnya yang terurai gemerlap bintang yang engkau sajikan selayaknya senyum manis dari bibirnya, pesona keindahan semesta alam jika ia tersenyum semua...